aku tak punya kaki untuk melangkah,
aku tak punya tangan untuk menjamah,
ditelingaku hanya terdengar dengungan,
dilidahku hanya terasa getir,
teriakanku hanya tercekat di tenggorokan,
mataku ada, tapi tak melihat warna...
hatiku laksana sebuah rongga kosong pekat yang hampa udara
dimana tak satu makhluk hidup akan sanggup berada disana
pun iblis, peri, atau bahkan malaikat pencabut nyawa
21102007-18.03
8.11.07
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)
pelangi lalu
-
►
2008
(10)
-
►
April
(8)
- duniaku sepi sekali, ingin si sunyi pergi, minumla...
- 1,2,3,…,4,5,…,50,60,…., 113…. Huhhhhh, banyak sek...
- kuberjalan terus tanpa henti dan diapun kini telah...
- Kabut kenangan menyelimutiku… Rasanya baru kemari...
- meski aku melihatnya seabad yang laluwarna pelangi...
- bayanganmu sering datang namun jarang pergi kadang...
- tiba tiba saja kau menghilang seperti sepotong sen...
- mari kita bunuh diri akan kuminum darahmu dan kau ...
-
►
April
(8)
-
▼
2007
(14)
-
▼
November
(14)
- ya... ya... ya... kau bukan hanya milikku seorang....
- aku tak punya kaki untuk melangkah, aku tak punya ...
- siapa yang tahu kemana awan berarak? siapa yang ta...
- kau dan aku
- aku ingin menelanmu bulat2 agar tak apa pun memili...
- gulita siangku tanpa redupmu 03112007, 15.01
- O R G A S M E
- keluku kelakau "r"
- aku
- kenapa?!
- pinjamkan aku sebelah sayapmu
- inginku
- sebagai catatan kenangan
- i dedicated this blog 4 r, c, b, a, my self, n u.....
-
▼
November
(14)
2 komentar:
indah,,
jangan pernah berdusta
Poskan Komentar