siapa yang tahu kemana awan berarak?
siapa yang tahu kemana akhir dari perjalanan?
siapa yang tahu dimana cinta dapat tumbuh?
siapa yang tahu ketika hati memilih?
27102007-00.21
8.11.07
Langganan:
Poskan Komentar (Atom)
pelangi lalu
-
►
2008
(10)
-
►
April
(8)
- duniaku sepi sekali, ingin si sunyi pergi, minumla...
- 1,2,3,…,4,5,…,50,60,…., 113…. Huhhhhh, banyak sek...
- kuberjalan terus tanpa henti dan diapun kini telah...
- Kabut kenangan menyelimutiku… Rasanya baru kemari...
- meski aku melihatnya seabad yang laluwarna pelangi...
- bayanganmu sering datang namun jarang pergi kadang...
- tiba tiba saja kau menghilang seperti sepotong sen...
- mari kita bunuh diri akan kuminum darahmu dan kau ...
-
►
April
(8)
-
▼
2007
(14)
-
▼
November
(14)
- ya... ya... ya... kau bukan hanya milikku seorang....
- aku tak punya kaki untuk melangkah, aku tak punya ...
- siapa yang tahu kemana awan berarak? siapa yang ta...
- kau dan aku
- aku ingin menelanmu bulat2 agar tak apa pun memili...
- gulita siangku tanpa redupmu 03112007, 15.01
- O R G A S M E
- keluku kelakau "r"
- aku
- kenapa?!
- pinjamkan aku sebelah sayapmu
- inginku
- sebagai catatan kenangan
- i dedicated this blog 4 r, c, b, a, my self, n u.....
-
▼
November
(14)
2 komentar:
perasaan bak cuaca, puan tak kan mampu mengendalikannnya. sejauh puan berupaya, adalah puan bisa meramalkannnya sahaja, dan puan bisa menantikannya dalam suasana dimana puan bisa menikmati sang cuaca.apakah itu hujan deras atau hanya gerimis halau mentua pun kemarau dan segala kekeringannya...tapi akhir perjalanan, ada dalam kehendak puan, puan bisa kendalikannya...karena kaki hanya melangkah atas kehendak sang empunya...
soal hati, bergantung pada puan seorang..apakah puan bedakan hati dan kaki...?
Poskan Komentar